10 Adenium Terbaru Agustus 2008 |
terimakasih anda telah berkunjung ke website ini. Pada bulan Agustus 2008, telah muncul 10 adenium terbaru : Orleta, Casia, Arashi, Aqsa, (@ Rp 50.000), Melba, Bombi, Alegra (@Rp 60.000), Tenzo Rp 70.000,- , Casano Rp 80.000,- Aimo Rp 100.000,- Foto-fotonya bisa anda nikmati di halaman Foto Adenium Revolution Series 8. Masih ada 50 warna bagus yang lain. Anda dapat menghubungi Yeni di 085647755555 (jam kerja).
|
News ReleasesKeladi Tikus Manjur Menurut Riset [Senin, 06 Juli 2009 12:53:44] Ditulis Oleh :teguh Category : Tanaman Obat
Riset Buktikan Keladitikus Mujarab
HIDUP DENGAN HANYA SEBUAH KAKI? BESOK PAGI DOKTER MENGAMPUTASI KAKI KANAN, PERSIS DI BAWAH LUTUT KURNIA BHAKTI-BUKAN NAMA SEBENARNYA. BOCAH PERIANG BERUSIA 10 TAHUN ITU MENITIKKAN AIR MATA, TANPA ISAK, KETIKA MENGETAHUI RENCANA ITU. DOKTER DI SEBUAH RUMAHSAKIT DI AMSTERDAM, BELANDA, AKHIRNYA MENGAMPUTASI KARENA KHAWATIR TUMOR OTOT METASTASIS ATAU MENYEBAR KE ORGAN LAIN.
Orangtua Kurnia setuju dengan keputusan dokter Selengkapnya.... Di Atas Rata-rata [Senin, 15 Juni 2009 21:20:14] Ditulis Oleh :teguh Category : Kaktus
Apa arti Rp2.500? Buat pemain kaktus pada 1970-1980-an itu sangat berarti. Nilai uang setara 10 liter beras-sekarang kira-kira sama dengan Rp50.000-adalah harga per pot kaktus di tingkat produsen. Dengan harga itu pekebun bisa membeli mobil baru setiap bulan. Maklum kaktus sedang tren. Volume penjualan satu kebun mencapai 1.600 pot per bulan. Artinya penghasilannya Rp4-juta per bulan. Padahal mobil niaga saat itu Selengkapnya.... Berita Baru dari Gurun [Senin, 15 Juni 2009 21:17:54] Ditulis Oleh :teguh Category : Kaktus
Berita Baru dari Gurun
Anda pasti tahu kaktus. Tanaman berduri asal gurun pasir itu sudah kondang sejak era 70-an sebagai penghias teras rumah. Anda juga pasti tahu nilainya. Kisaran harga tanaman anggota keluarga Cactaceae itu Rp2.500-Rp10.000 per pot. Paling tinggi Rp2-juta, itu pun untuk tanaman yang sudah berumur lebih dari 20 tahun. Echinocactus grusonii alias barrel cactus alias golden ball cactus adalah Selengkapnya.... Lengkeng Pingpong [Senin, 15 Juni 2009 21:05:27] Ditulis Oleh :teguh Category : Pohon Buah
LENGKENG PINGPONG
Tak Sekedar Budidaya Skala Besar Di Lamongan Jawa Timur (Jatim), kebun seluas kurang lebih 3000 m2 dijadikan lahan eksperimen lengkeng pingpong oleh sebuah perusahaan pembudidaya hortikultura. Konon, jenis lengkeng satu ini baru dua tahun belakangan beredar di Tanah Air. Apa yang menarik dari lengkeng ini, sehingga dijadikan sebagai alternatif eksperimen budidaya di Indonesia?
“Wah, buahnya belum terlampau masak. Mungkin bulan April Selengkapnya.... Phospor dan Kalium [Minggu, 14 Juni 2009 19:54:29] Ditulis Oleh :teguh Category : Pupuk
Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.
Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir Selengkapnya....
From Seeds Becoming Millions of Rupiah
A cacti producers in Germany offered cacti seeds with package system: Package 1 (10 - 25 seeds) is valued at IDR8.400 - IDR70.000; Package 2 (100 seeds) is valued at IDR46.200 - IDR448.000; and Package 3 (1.000 seeds) is valued at IDR252.000 - IDR630.000. If you are interested, grow and wait for them to grow for the next 7 years. The seeds may have become Ariocarpus fissuratus 'latus' which may be valued at a minimum of IDR12,5-millions each with 10 cm diameter.
Cacti seeds of Germany actually has entered Indonesia since thirty four years ago. Some of the popular variants at that moment were mammillaria, ferocacatus, and gymnocalycium. They were imported by 4�5 players in Lembang, Bandung. Within 5 years, Lembang has transformed into cacti center. From there, cacti has dispersed to Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, until Papua.
As for now expensive cacti are in quest for. they are a group of spineless cacti such as ariocarpus and astrophytum. they may be valued up to 100 times higher than regular variants, moreover if they undergo mutation such as variegated, cristata, or monster. the interesting part is the seeds of expensive cacti are of the same price as cacti seeds that were brought in 34 years ago. Thus, it opens an opportunity to widely cultivate exclusive cacti in indonesia. nevertheless, the technique of cultivation and character of the market must be learned first. the reason is due to the super slow growth character of spineless cacti. (Destika Cahyana/ Reporter(s): Faiz Yajri, Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, Rosy Nur Apriyanti, And Tri Susanti) Dari : trubus-online.com

Dari Biji Jadi Jutaan Rupiah
ANGKA ITU TERPAMPANG DI SITUS BERBAHASA JERMAN. PAKET 1 SENILAI RP8.400 - RP70.000 ISI 10 - 25 BIJI. PAKET 2 RP46.200 - RP448.000 ISI 100 BIJI. DAN PAKET 3 RP252.000 - RP630.000 ISI 1.000. JIKA ANDA BERMINAT, TANAM DAN TUNGGU 7 TAHUN KEMUDIAN. BIJI KAKTUS YANG DITAWARKAN SEBUAH NURSERI DI FRANKFURT, JERMAN, ITU BOLEH JADI MENJELMA MENJADI ARIOCARPUS FISSURATUS 'LATUS'. BANDROLNYA? DENGAN DIAMETER 10 CM TAK KURANG DARI RP12,5-JUTA.
Fissuratus itu ada di tangan Handry Chuhairy di Tangerang, Banten. Harganya pantas mahal karena penampilannya elok. Tubercle - 'kelopak' - yang tebal bertumpuk seperti petal mawar mekar. Warnanya hijau dengan saputan ungu. Yang membuatnya kian eksotis, ada tumpukan bulu-bulu berwarna putih kecokelatan di puncak dan tengah tubercle bak salju meleleh dari puncak gunung.
Handry mendatangkan dari nurseri di Pathumtani, Thailand, April 2009 bersama kaktus-kaktus berpenampilan indah lain. Sebut saja Astrophytum asterias 'superkabuto' big V berdiameter 7 cm dan Astrophytum myriostigma quadricostatum variegata. Masing-masing diboyong dengan harga Rp5-juta dan Rp3-juta. 'Uncle Chorn (pemilik nurseri di Thailand, red), hanya menjual tanaman dewasa. Dia tidak menjual biji,' kata Handry.
Paling banter Chorn melepas 'anakan' berdiameter 2,5 - 3 cm. Yang ini harganya lebih terjangkau. Handhi, misalnya, memboyong 300 astrophytum - jenis asterias dan myriostigma dengan diameter 2,5 - 3 cm. Harganya Rp200.000 - Rp300.000 per tanaman. Begitu kaktus-kaktus tanpa duri itu tiba di nurseri Rumah Pohon milik Handhi, dalam hitungan seminggu terjual setengahnya. Biji ke sentra
'Mengimpor biji dan membesarkan kaktus memang sebuah peluang,' kata Dr Ir Arief Daryanto MEc, direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor. Itulah yang dilakukan para pemain kaktus di Lembang, Jawa Barat. Sebut saja Pami Hernadi, pemilik nurseri Venita di Lembang, Bandung, yang mengimpor biji tanaman gurun dari Eropa sejak 1970-an. Jenisnya mammillaria, ferocactus, dan gymnocalycium.
Biji disemai dan dibesarkan. Pada umur setahun pascasemai, sosok dewasanya terlihat jelas. Mammillaria ialah kaktus berbentuk bulat dengan tubercle yang ditumbuhi duri. Ferocactus bentuknya seperti belimbing dengan jumlah rib 13 - 22. Sedangkan gymnocalycium ribnya agak membulat. 'Semuanya tergolong kaktus berduri,' kata Pami. Sebagian terus dibesarkan dan sebagian lain ditempel dengan batang bawah hylocereus, cereus, dan pereskia untuk memacu pertumbuhan.
Di Lembang, yang melakukan impor biji seperti Pami ada 4 - 5 pemain. 'Karena para pemain itulah Lembang jadi sentra kaktus sejak 1980-an,' tutur Rizal Djaafarer, pemain senior di sana. Mammillaria, ferocactus, dan gymnocalycium pun jadi kaktus 'umum' di tanahair. Produksi tanaman pun tidak lagi mengandalkan impor biji dari Eropa, tapi hasil perbanyakan sendiri. Butuh rekayasa
Kaktus-kaktus hasil perbanyakan itu lantas menyebar ke konsumen di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. 'Bisa setiap bulan beli mobil,' kata Rizal menggambarkan sukses pemain kaktus di Lembang pada 1980-an. Pada 1990-an para pemain mulai mendatangkan ariocarpus dan astrophytum dari Jerman dan Belanda. Harga bijinya sama dengan kaktus 'biasa'.
Apa lacur kaktus tanpa duri rupanya lebih rewel. 'Tingkat keberhasilan semai hanya 30 - 50%,' tutur Erminus Temmy Putra Pami yang kini mengelola nurseri Venita. Pertumbuhan pun lambat. Sekadar contoh ariocarpus asal biji mencapai diameter 1 cm setelah 3 tahun semai. Mammillaria, ferocactus, atau notocactus? Cukup semai setahun diameternya mencapai 5 - 8 cm.
Temmy mencoba memacu pertumbuhan dengan mengadopsi teknologi pekebun Jepang. Pada 2000, ia membuat rumah plastik UV kecil berbentuk kerucut. Lebarnya 2 m, tinggi 1,8 m. Panjang disesuaikan dengan bedengan. Dengan rumah plastik kecil itu suhu siang hari di atas 40oC dan malam hari kurang dari 20oC. Mirip suasana gurun. 'Dengan perbedaan suhu siang dan malam yang lebar, memicu kaktus tumbuh cepat, berbunga, dan memproduksi banyak anakan,' kata Dr Susiani Purbaningsih DEA, dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
Dengan teknologi ala Jepang itu pertumbuhan ariocarpus dan astrophytum lebih cepat 2 kali lipat. Sayang, cara itu tak diteruskan. 'Lahan kami terlalu sempit. Dengan cara itu setiap bedengan harus dibuat rumah plastik,' kata Temy.
Pengalaman Temmy mirip laporan yang terekam dalam US Cactus and Succulent Journal. David Tufenkian di California menyebut ariocarpus dan astrophytum superlambat dan sulit tumbuh. Supaya pertumbuhan terdongkrak ia menciptakan suasana Gurun Chihuahuan di Texas dan Meksiko di nurserinya.
Itu ditafsirkan David dengan menghindari media mengandung vermikulit karena bahan itu memegang air. Ia mengganti vermikulit dengan 75% kerikil batu apung berukuran 1/8 inci atau 3 mm. Sisanya arang dan sabut kelapa. Dengan cara itu ariocarpus berumur 1 tahun asal biji mencapai ukuran 2,5 cm. Itu tiga kali lebih cepat ketimbang Temmy sebelum mengadopsi teknik ala Jepang. Astrophytum jauh lebih cepat, bisa setara dengan jenis biasa. Dengan membuat suasana gurun pula Andreas Laras di Yunani sukses membungakan ariocarpus pada umur 5 - 6 tahun. Cepat ludes
Oleh karena itu, 'Orang boleh terjun ke bisnis kaktus eksklusif, tapi dengan modal utama: hobi,' ujar Arief Daryanto. Harap mafhum. Jika memilih segmen itu pemain berarti mesti menunggu 5 - 7 tahun dari biji hingga siap jual. Artinya perputaran uang sangat lambat. Berbeda dengan bisnis kaktus 'umum' yang bisa panen tiap bulan sehingga perputaran cepat.
Namun, peluang sesungguhnya tetap terbentang. Tengok saja penjualan Aries Andi, pemilik nurseri Sekar Kampoeng di Yogyakarta. Pada awal Maret 2009 ia mendatangkan 100 pot retusus, fissuratus, asterias, dan myriostigma. Dalam hitungan 3 hari 69 pot terbang ke Makassar dengan total nilai Rp100-juta. Sisanya diserap hobiis di Surabaya.
Pada penghujung Maret kembali ia mendatangkan jenis serupa sebanyak 50 pot. Semua barang habis di Pameran di Surabaya dengan total penjualan Rp45-juta. Catatan penjualan Handry Chuhairy, lebih mencengangkan. Sepanjang April 2009 ia menjual 300 pot kaktus eksklusif senilai Rp600-juta ke 3 orang kolektor di Jabodetabek.
'Dari sudut pandang ekonomi, ada yang namanya bandwagon effect dan snob effect. Di Indonesia kedua-duanya berpengaruh mendongkrak harga komoditas eksklusif,' kata Arief Daryanto. Yang disebut pertama permintaan produk tinggi karena sedang populer. Sedang yang kedua permintaan tinggi karena benar-benar eksklusif, mahal, dan bisa meningkatkan status pemilik.
Artinya, pemain yang menerjuni bisnis seperti itu mesti memilih produk yang benar-benar eksklusif dan harus berusaha menjadi trend setter. Itu jelas sulit dan butuh waktu lama, makanya mesti bermodal hobi. Nurseri Uncle Chorn di Thailand konsisten menggeluti bisnis kaktus biasa dan eksklusif sejak 40 tahun silam. Kini mereka kebanjiran order karena euforia mengoleksi kaktus eksklusif di Jepang menyebar ke negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. 'Itu namanya contageous effect alias menularnya sebuah tren dari satu daerah ke daerah lain,' tutur Arief.
Arief bahkan memasukan kaktus eksklusif sebagai barang ostentation. Artinya, ada kecenderungan permintaan tinggi bila harganya juga tinggi. Sebaliknya bila harga rendah konsumen tidak menginginkan produk tersebut.
Pendapat itu diamini Dr Ir Ratya Anindita MS, pakar ekonomi dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. 'Harga kaktus eksklusif menjadi tinggi karena kombinasi 2 keadaan: sedang tren dan jumlah terbatas,' katanya. Peluang mengembangkan tetap ada sepanjang jumlah pemasok jauh lebih sedikit ketimbang permintaan. Hanya saja perlu dipertimbangkan antara biaya produksi mengembangkan dibanding impor dari negara lain. 'Pilih yang risikonya paling sedikit,' tambah Ratya. Kaktus massal
Lalu bagaimana pasar kaktus massal? Rizal Djaafarer menyebut bisnis kaktus massal sebagai sebuah komoditas seperti anggrek. 'Selalu ada permintaan dan tidak terpengaruh tren,' katanya. Ia menyebut setiap bulan sejak 1990-an keluar 150.000 pot kaktus massal ke berbagai daerah di luar Jawa. Sebut saja Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Lampung, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Manado, Bali, dan Lombok.
Toh, meski permintaan ajek tetap ada peluang bagi pemain baru untuk masuk. Erik Aryanto, mahasiswa Jurusan Biologi, Universitas Padjadjaran, terjun ke bisnis kaktus 4 tahun silam. Pemuda yang tinggal di Lembang itu membuka pasar mammillaria, echinopsis, dan echinocactus melalui blog pribadi sejak 2005 ia menjual 3.000 - 4.000 pot kaktus per bulan ke Batam, Medan, hingga Jayapura.
Pramana Abdul Gani di Cimanggis, Depok, mulai menekuni bisnis kaktus pada 2006. Ketika itu penjualannya 2.000 pot per bulan. Harga Rp5.000 - Rp10.000 per pot. Pada 2008, volume naik jadi 5.000 pot per bulan. Itu belum termasuk penjualan pada pameran akbar Flora dan Fauna 2008 senilai Rp200-juta. Kini penjualannya 8.000 - 10.000 pot per bulan.
Jadi seperti kata Arief, peluang pengembangan kaktus tetap terbuka sepanjang karakter budidaya dan bisnisnya dipelajari. Itulah yang dilakukan para pionir pengembangan kaktus di Lembang dengan mengimpor biji kaktus dari negeri-negeri Eropa. Karena dari biji nantinya jadi jutaan rupiah. (Destika Cahyana/Peliput: Faiz Yazri, Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, Rosy Nur Apriyanti, dan Tri Susanti)
Dari : trubus-onlline.co.id
Spektakuler: 25 Kaktus Langka
Turbinicarpus pseudopectinatus variegata. Unik karena warna variegata stabil hingga ke semua anakan yang membentuk rumpun. Biasanya, kemungkinan muncul anakan variegata 50:50. Diperkirakan berumur di atas 10 tahun. Jenis ini tergolong eksotis karena durinya membentuk formasi sisir. Karena langka nilainya setara Rp15-juta
Kaktus kelompok cereus. Ia kaktus terbesar di nurseri Uncle Chorn Cabin, Pathumtani, Thailand. Tingginya 1 m dengan diameter 40 cm. Umurnya diperkirakan mencapai 20 tahun. Di alam cereus bisa mencapai tinggi 15 - 25 m. Namun, jarang yang berdiameter 20 cm
Melocactus sp. Saat dewasa, 7 - 10 tahun, muncul chepalium yaitu bulu tebal mirip topi. Bulu tebal itu fungsinya melindungi titik tumbuh kaktus
Ariocarpus furfuraceus berumur 7 tahun, istimewa dengan 3 kepala. Lazimnya ariocarpus tumbuh tunggal
Aztekium ritteri kristata. Tergolong kaktus yang sulit dibudidayakan. Ia berasal dari Meksiko
Astrophytum myriostigma kristata grafting berumur 10 tahun. Deaw Seetanghuk, dari nurseri Deaw Cactus, mengoleksi kaktus berdiameter 25 cm itu. Nilainya Rp10-juta
Astrophytum myriostigma kristata. Ia mengalami 2 mutasi: bentuk dan warna. Lazimnya berbentuk belimbing dan warna hijau. Kaktus tanpa duri berdiameter 15 cm itu dibandrol Rp5-juta
Ariocarpus retusus kristata berumur 10 tahun. Diameter 30 cm. Titik tumbuh mengalami mutasi sehingga bentuk berubah: puncak tanaman membentuk spiral. Ia disebut-sebut ariocarpus kristata terbesar. Makanya nilainya mencapai Rp35-juta. Ia didatangkan Deaw Seetanghuk dari Amerika Serikat. Tercatat ada 4 A. retusus kristata berdiameter serupa yang dimilikinya
Tetua Myrtillocactus geometrizans montrose. Tingginya 50 cm dan diameter 17 cm. M. geomettrizan asli berbentuk tiang dengan 5 - 9 rib. M. geomettrizan monster tinggi dan melekuk-lekuk menyerupai gada yang digambarkan kerap dibawa manusia purba. Karena unik dan langka nilainya mencapai Rp15-juta. Ia dikoleksi nurseri Uncle Chorn Cabin. Di alam myrtillocactus tumbuh di Meksiko dan Guatemala
Gymnocalycium mihanovichii. Berasal dari Paraguai dan Brasil. Eksotis dengan warna yang cerah
Lophophora williamsii kristata berumur 4 tahun. Diameter 8 - 10 cm. Harga Rp7,5-juta. Di nurseri Deaw Cactus tercatat ada 50 lophophora kristata. Yang sudah masuk ke Indonesia 2 tanaman
Epithelantha sp berumur 10 tahun. Istimewa karena jumlah anakan banyak. Lazimnya ia tumbuh sendiri dengan pertumbuhan lambat. Dia dibanderol Rp10-juta
Lophophora williamsii kristata sekaligus monster. Diperkirakan berumur 5 tahun. Keunikannya terletak pada jumlah kepala yang banyak alias multihead
Astrophytum ornatum kristata. Umumnya berbentuk tiang dengan lekukan seperti belimbing 8 rib
Mammillaria carnea kristata, berumur 10 tahun. Ia disebut-sebut carnea kristata terbesar. Lazimnya carnea bulat dengan duri panjang. Kini dikoleksi seorang kolektor di Surabaya
Epithelantha sp. Berumur 5 tahun setinggi 15 cm. Langka ditemui epithelantha seukuran itu dengan jumlah anakan yang banyak. Lantaran itu harganya mencapai Rp2,5-juta. Epithelantha diambil dari bahasa Yunani yang artinya berbunga di atas. Ia banyak ditemukan di Meksiko
Cereus sp, bentuknya seperti capit kepiting dan melintir (spiral torsion). Bentuk melintir merupakan mutasi yang banyak dijumpai pada kaktus kelompok ini. Kaktus milik Deaw Seetanghuk itu kini sudah dikoleksi di Jakarta. Tinggi 30 cm dan diameter 5 cm. Harga Rp15-juta
Hamparan Obregonia denegrei variegata. Total populasi sekitar 50 pot di Uncle Chorn Cabin. Harga per pot Rp1,5-juta ukuran 7 - 8 cm. Uncle Chorn Cabin salah satu nurseri yang fokus memperbanyak kaktus eksklusif dan mutasi. Pasarnya dominan Eropa. Pantas kaktus dibanderol dengan euro
Ariocarpus retusus hibrid. Kelebihannya tubercle melebar menyerupai lidah. Ukurannya raksasa sebesar bola voli dan berumur di atas 10 tahun. Di nurseri Deaw Cactus harganya Rp15-juta.
Lemaireocereus pruinosus variegata. Lazimnya berwarna hijau dan dipakai untuk batang bawah kaktus tempel. Pruinosus variegata berumur 5 tahun setinggi 15 cm dengan lingkar batang 16 cm. Tanaman senilai Rp12,5-juta itu kini dikoleksi di Jakarta. (Destika Cahyana/Peliput: Nesia Artdiyasa)
Dari : trubus-online.co.id
Keladi Tikus

Keladi Tikus
Sebuah email mampir ke kotak surat elektronik redaksi beberapa bulan lalu. Pengirimnya ialah Prof dr Wita Pribadi, mantan guru besar Bagian Parasitologi dan Ilmu Penyakit Umum, Fakultas Kedokteran UI. Ahli malaria yang kini bermukim di Amerika Serikat itu mengabarkan, manfaat keladi tikus Typhonium flagelliforme untuk melawan kanker mulai didiskusikan di sana. Kabar dari jauh itu sejalan dengan popularitas keladi tikus di dunia maya. Ada 95.500 situs yang membahas manfaat tanaman asal Asia Tenggara dan Asia Selatan itu sebagai pelawan kanker.
Sejumlah kesaksian pemakaian keladi tikus untuk mengatasi kanker-kebanyakan dikombinasikan dengan pengobatan modern-pun bermunculan saat para wartawan Anda melakukan peliputan. Kanker payudara stadium 3, kanker paru-paru, kanker serviks stadium 2B, kanker leukemia stadium 2A, adalah beberapa contoh kanker yang diderita oleh para narasumber. Dari lembaga penelitian, uji aktivitas antiradikal bebas telah dilakukan terhadap keladi tikus. Toh, tidak semua kanker dapat dilawan dengan tanaman itu. Yelia Mangan, herbalis dari Jakarta mewanti-wanti, dosis berlebihan dari keladi tikus berbahaya pada hati, sehingga ia tidak pernah meresepkannya untuk penderita kanker hati.
Pembaca, maraknya kabar manfaat keladi tikus mendorong kami untuk membahasnya sebagai tulisan utama edisi ini. Ia didampingi oleh topik lain, yakni aneka ide kreatif untuk menghasilkan uang. Dendeng jantung pisang, beternak tikus putih, mengumpulkan kulit manggis, menanam kumis kucing adalah jenis-jenis usaha terlupakan yang ternyata bisa menjadi usaha sampingan. Informasi soal peluang bisnis itu antara lain diliput oleh wartawan Anda, Faiz Yajri. Nah, selamat membaca.
Salam
Onny Untung
Dari : trubus-online.co.id
|